MAN 1 GRESIK SELENGGARAKAN PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR

Sebagai implementasi Kurikulum Merdeka belajar yang berbasis proyek, MAN 1 Gresik selenggarakan pelatihan pengolahan sampah pada Sabtu (20/11). Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Aula Ulul Albab MAN 1 Gresik tersebut, peserta pelatihan yang terdiri atas 453 siswa kelas X menerima beberapa materi terkait dengan pengolahan sampah yang ada di masyarakat. Tidak hanya siswa kelas X yang terlibat dalam pelatihan, namun juga para guru turut serta mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.

Dalam sambutannya Kepala MAN 1 Gresik, Drs. H. Muhari, M.Pd.I menyampaikan bahwa terdapat 7 tema proyek yang sudah ditetapkan dalam kurikulum merdeka. Tema proyek pertama yang sudah dilaksanakan yaitu “Bangunlah Jiwa dan Raganya” dengan proyek membuat pementasan drama tentang bullying. Tema kedua yaitu tentang “Hidup Berkelanjutan”, yang dikembangkan dalam sub tema “Sampahku Tanggung Jawabku”. Sub tema ini dipilih seiring dengan penghargaan yang disandang oleh MAN 1 Gresik dari Menteri LHK yaitu sebagai Madrasah Adiwiyata Mandiri dan sekaligus bertujuan untuk lebih meningkatkan kesadaran siswa dalam berperilaku ramah lingkungan. Dalam pelaksanaan proyek yang kedua ini MAN 1 Gresik menggandeng BSGS (Bank Sampah Gemes Serdadu) Kabupaten Gresik sebagai narasumber untuk memberikan pelatihan dalam pengolahan sampah organik maupun nonorganik.

Seluruh siswa kelas X yang memenuhi Aula Ulul Albab mendapatkan materi pelatihan pengolahan sampah yang dipandu oleh Ibu Siti Fitri dan ibu Erma Astutik dari BSGS serta di dampingi oleh bapak ibu guru yang yang mengajar di jam pembelajaran proyek yang difokuskan pada hari Jumat dan Sabtu. Adapun dalam kegiatan pelatihan pengolahan sampah tersebut setelah narasumber menyampaikan materi sosialisasi zerowaste, maka siswa dibagi menjadi enam kelompok untuk melakukan praktik cara pengolahan sampah organik maupun non organik.

Setelah seluruh siswa mendapatkan materi sosialisasi zerowaste, kemudian dilanjutkan dengan materi kedua yaitu praktek membuat sabun jelantah. Jelantah adalah minyak goreng yang telah digunakan lebih dari dua atau tiga kali penggorengan. Jelantah sering kali dibuang setelah tidak terpakai, sehingga jelantah dapat merusak lingkungan. Maka dari itu perlu edukasi dalam pengelolaan jelantah. Dalam kegiatan tersebut, siswa diajari untuk memanfaatkan jelantah menjadi sabun.

Setelah selesai mendapatkan materi pengolahan jelantah, kegiatan dilanjutkan dengan materi cara pengomposan. Materi ini dipilih karena di lingkungan madrasah banyak sampah organik yang perlu diolah menjadi kompos. Terhadap tumbuhan yang ada disekitarnya, siswa diajarkan agar berprinsip dari tumbuhan untuk tumbuhan.

Setelah mendapatkan materi pengomposan, materi dilanjutkan tentang praktik pembuatan bunga sabun. Dalam pembuatan bunga sabun ini siswa tampak antusias. Pada materi ini pula disajikan sistem kompetisi antarkelompok. Kelompok yang terbaik mendapat hadiah dari nara sumber. Sebagai juri dalam penilaian hasil karya bunga sabun adalah bapak Drs. Khusnan selaku ketua Tim Adiwiyata MAN 1 Gresik. Setelah selesai pembuatan bunga sabun dilanjutkan dengan ishoma selama 45 menit. Selesai ishoma dilanjutkan dengan praktik membuat pot dari koran dan praktik bunga dari kresek. Tidak hanya siswa yang terlibat, namun guru pendamping juga tidak mau kalah dengan para siswa. Para guru juga tampak bersemangat dan antusias dalam menyelesaikan tugas yang yang diberikan oleh nara sumber.

Tepat pukul 14.00 Wib kegiatan pelatihan ini berakhir. Melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan siswa mampu berinovasi dan lebih kreatif dalam mengolah sampah yang ada di lingkungannya. Sehingga lingkungan menjadi bersih dan sehat serta menghasilkan karya yang bernilai ekonomis.

Leave a Comment